Dekranasda Banten Dorong Perempuan Jadi Pelaku Usaha Kreatif Lewat Pelatihan Merajut

/


Dekranasda Banten Dorong Perempuan Jadi Pelaku Usaha Kreatif Lewat Pelatihan Merajut

PortalBanten – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Banten terus mendorong pemberdayaan perempuan melalui pengembangan keterampilan yang berpotensi menjadi sumber penghasilan. Salah satunya dilakukan melalui pelatihan kerajinan tangan berbahan benang rajut yang diharapkan mampu melahirkan pelaku usaha kreatif baru di tengah masyarakat.

Ketua Dekranasda Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, mengatakan perempuan, khususnya ibu rumah tangga, bersama generasi muda merupakan kelompok yang memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui usaha kreatif berbasis keterampilan.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) Penumbuhan Wirausaha Baru Membuat Kerajinan Tangan dari Benang Rajut yang diselenggarakan bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten di Kampung Tanjung Udik, Kelurahan Sayar, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Selasa (19/5/2026).

“Artinya kita dorong juga para ibu rumah tangga untuk dapat membersamai anak-anak di rumah terkait dengan kegiatan-kegiatan yang positif,” kata Tinawati.

Menurutnya, pelatihan tersebut tidak hanya memberikan keterampilan baru, tetapi juga menjadi langkah awal menciptakan kelompok usaha yang nantinya dapat dibina agar memiliki kualitas produk yang mampu bersaing di pasar.

Tinawati juga menilai penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII Tahun 2032 di Provinsi Banten dapat menjadi momentum bagi pelaku usaha kreatif untuk memperluas pasar produk lokal.

“Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032 yang akan dilaksanakan di Provinsi Banten, membuka peluang yang terbaik buat para pelaku usaha seperti ibu rumah tangga,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disperindag Provinsi Banten, Iwan Hermawan, mengatakan kerajinan rajut menjadi salah satu produk Industri Kecil Menengah (IKM) yang memiliki prospek pasar cukup baik di Banten. Karena itu, pemerintah terus mendorong lahirnya wirausaha baru melalui berbagai pelatihan keterampilan.

“Sehingga akan terus tumbuh. Meskipun tidak semua peserta nantinya menekuni kegiatan ekonomi kreatif, beberapa di antaranya akan berkembang seiring berjalannya waktu,” katanya.

Ia berharap keterampilan merajut tidak hanya menjadi aktivitas produktif bagi masyarakat, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus memperkuat sektor ekonomi kreatif di Banten.

Menurut Iwan, dukungan terhadap pelaku ekonomi kreatif akan terus diperkuat agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.

“Alhamdulillah, hari ini luar biasa karena Ibu Tinawati Andra Soni hadir langsung memberikan motivasi dan semangat kepada masyarakat, bahkan ikut serta dalam pelatihan merajut,” ujarnya.

Sebagai informasi, pelatihan tersebut dilaksanakan bersama Saung Rajut Banten (Saraba), komunitas sekaligus pusat pelatihan kerajinan rajut di Kota Serang yang berfokus pada pemberdayaan perempuan.

Komunitas ini menghasilkan beragam produk kerajinan khas Banten, mulai dari tas, sarung bantal, aksesori bayi hingga kipas rajut yang kerap ditampilkan dalam berbagai kegiatan Dekranasda Provinsi Banten.