Terbatas Dana Hibah Rp1,5 Miliar, KONI Kota Serang Tetap Bina 60 Cabor Menjelang Porprov

/


PortalBanten – Keterbatasan anggaran menjadi tantangan bagi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Serang dalam mempersiapkan atlet menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten. Dengan dana hibah sebesar Rp1,5 miliar untuk kebutuhan selama setahun, KONI harus membagi anggaran antara operasional organisasi dan pembinaan atlet dari puluhan cabang olahraga.

Ketua KONI Kota Serang, Edi Irianto, mengatakan dana hibah yang diterima dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Serang tidak sepenuhnya dapat digunakan untuk persiapan Porprov. Sebagian anggaran tersebut sudah dialokasikan untuk membiayai kebutuhan rutin organisasi.

“Kota Serang hanya dapat 1,5 M, itu bukan untuk Porprov saja, tetapi untuk operasional KONI. Untuk apa, kita punya staf, mulai dari cleaning service, keamanan, dan lain-lain, itu dalam 1 tahun berapa. Kita punya sekretariat yang jaga di KONI, yang menjalankan roda organisasi ini, itu sudah terserap ke situ,” ujarnya.

Kondisi tersebut berdampak pada terbatasnya dana yang bisa disalurkan untuk mendukung pembinaan atlet. KONI Kota Serang harus mengatur sisa anggaran agar tetap dapat menjangkau 60 cabang olahraga yang berada di bawah naungannya.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni memberikan bantuan stimulan selama program Pelatihan Kota (Pelatkot) berlangsung. Dalam program yang berjalan selama tiga bulan tersebut, setiap cabang olahraga memperoleh anggaran rata-rata Rp2 juta per bulan.

“Kemudian, kita punya 60 cabang olahraga harus kita kasih pembinaan. Sisanya ya kurang dari setengahnyalah dari 1,5. Itulah yang kita punya kemauan. Kita sudah melaksanakan Pelatkot selama 3 bulan, masing-masing cabang olahraga kita kasih anggaran. Rata-rata 2 juta, 3 bulan jalannya,” tegasnya.

Menurut Edi, kondisi anggaran tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama dalam mendukung keberlangsungan pembinaan atlet dan meningkatkan daya saing olahraga Kota Serang. Ia berharap Pemkot Serang dapat mempertimbangkan dukungan yang lebih besar bagi sektor olahraga pada masa mendatang.

Ia menilai pembangunan olahraga tidak semata-mata berorientasi pada raihan medali dalam kompetisi, tetapi juga memiliki kontribusi terhadap pembangunan fisik dan pembentukan karakter generasi muda.

“Ya kita dengan harapan bahwa ke depan supaya kita berprestasi. Jadi ada perhatian lagi kepada Pemerintah Kota Serang, olahraga adalah bagian dari pembangunan fisik, bagian dari pembangunan karakter pemuda,” jelasnya.

Di sisi lain, persiapan kontingen untuk mengikuti Porprov VII Banten juga melibatkan peran Dispora Kota Serang. Edi menerangkan bahwa kebutuhan keberangkatan atlet, termasuk akomodasi dan perlengkapan selama kompetisi, difasilitasi oleh dinas tersebut.

Dengan demikian, pembagian tanggung jawab antara KONI dan Dispora mencakup aspek yang berbeda. KONI berfokus pada penyiapan atlet dan pembinaan cabang olahraga, sedangkan kebutuhan kontingen selama pelaksanaan Porprov menjadi bagian dari fasilitasi Dispora.

“Tapi untuk pemberangkatan kontingen, akomodasi di sana untuk penginapan, makan minum, seragam, dan lain-lain, difasilitasi oleh Dispora. Kaitan Dispora berapa, nanti ditanyakan lebih lanjut ke Dispora. Kalau kita menyiapkan atlet yang tadi saya sebutkan,” tandasnya.

Keterbatasan dana hibah tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi KONI Kota Serang dalam menjaga proses pembinaan tetap berjalan. Dukungan anggaran yang memadai diharapkan dapat memperkuat persiapan atlet sekaligus menunjang pengembangan olahraga di Kota Serang menjelang Porprov VII Banten.