PortalBanten – Produsen otomotif JETOUR akan menggelar Global Technology Experience Day 2026 pada 20 – 23 Oktober 2026 di Tiongkok. Mengusung tema “Future Travel Starts Now”, kegiatan ini menjadi ajang bagi JETOUR untuk memperkenalkan inovasi teknologi kendaraan sekaligus memperkuat strategi “Travel+” yang dikembangkan sejak perusahaan berdiri pada 2018.
Melalui kegiatan tersebut, JETOUR mengajak peserta merasakan langsung teknologi kendaraan dalam berbagai kondisi perjalanan, mulai dari kawasan perkotaan hingga medan alam terbuka di Wuhu, Provinsi Anhui, serta Moganshan dan Xiazhu Lake, Provinsi Zhejiang.
Hingga September 2026, JETOUR mencatatkan penjualan kumulatif global sebanyak 2,56 juta unit dan telah memperluas jangkauan bisnisnya ke lebih dari 100 negara dan wilayah.
Marketing Director PT JETOUR Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah, menyampaikan bahwa strategi “Travel+” tidak hanya berorientasi pada pengembangan kendaraan, tetapi juga pada pemanfaatan teknologi untuk menjawab kebutuhan perjalanan konsumen.
“Melalui strategi ‘Travel+’, JETOUR tidak hanya berfokus pada pengembangan kendaraan, tetapi juga pada bagaimana teknologi dapat mendukung kebutuhan dan pengalaman perjalanan konsumen,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan Global Technology Experience Day 2026 menjadi kesempatan untuk memperlihatkan penerapan teknologi JETOUR dalam berbagai situasi, mulai dari mobilitas harian hingga eksplorasi alam.
JETOUR Perkenalkan Teknologi untuk Berbagai Medan
Dalam kegiatan tersebut, JETOUR akan memperkenalkan teknologi XWD Fully Automatic Intelligent 4WD dan GAIA All-Terrain Intelligent Architecture. Kedua teknologi ini dirancang untuk mendukung kemampuan kendaraan ketika melintasi berbagai medan, termasuk jalur pegunungan, jalan berbatu, tanjakan curam, hingga lintasan air.
Selain kemampuan berkendara di medan berat, JETOUR juga mengembangkan teknologi C-DM Super Hybrid yang memadukan performa kendaraan dan efisiensi energi untuk kebutuhan mobilitas perkotaan maupun perjalanan jarak jauh.
Perusahaan turut mengandalkan teknologi bantuan berkendara cerdas dan sistem pengelolaan energi untuk menunjang kenyamanan selama perjalanan.
Dari sisi kabin, JETOUR menempatkan ruang yang lapang, sistem kendaraan yang intuitif, serta interior yang senyap sebagai bagian dari upaya menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih nyaman.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi “Travel+”, yang berupaya menggabungkan kebutuhan mobilitas sehari-hari dengan aktivitas perjalanan dan petualangan bersama keluarga.
Perluas Travel+ Lewat Konservasi dan Aktivitas Komunitas
JETOUR juga berupaya memperluas konsep “Travel+” melalui berbagai inisiatif yang menghubungkan perjalanan dengan pelestarian lingkungan, eksplorasi alam, dan kegiatan budaya.
Di Afrika, JETOUR bekerja sama dengan Discovery dan Cheetah Conservation Fund (CCF) melalui program “Return of the Cheetah” untuk mendukung perlindungan cheetah. Sementara di Malaysia, perusahaan menjalin kemitraan dengan TCS dan PULIHARA.
Di Pakistan, JETOUR turut mendukung Markhor Conservation Program, yang berfokus pada perlindungan satwa liar dan habitat alaminya.
Untuk memperkuat hubungan dengan konsumen, JETOUR juga menggelar sejumlah kegiatan, seperti “Travel+” Carnival, Global Fan Festival, Football Club, dan International Marathon. Perusahaan turut berkolaborasi dengan Federasi Bola Basket Internasional (FIBA) untuk menjangkau konsumen melalui olahraga dan komunitas.
Semangat tersebut juga dihadirkan dalam Global Technology Experience Day 2026. Selain menjajal kendaraan di kawasan hutan bambu Moganshan, peserta akan diajak mengenal upaya pelestarian ibis jambul di Xiazhu Lake.
Melalui rangkaian kegiatan itu, JETOUR berupaya menghubungkan pengalaman berkendara dengan pengenalan terhadap lingkungan dan pentingnya konservasi alam.
Perluas Portofolio, Bidik Pasar Global
Memasuki tahun kedelapan, JETOUR terus memperluas portofolio kendaraannya untuk menjangkau konsumen di berbagai negara. Perusahaan mengklaim menempati peringkat pertama dalam penjualan SUV bergaya boxy di 13 negara.
Portofolio produknya mencakup T-Series yang menyasar segmen light off-road serta G-Series yang diposisikan pada segmen premium luxury off-road.
Kedua lini tersebut dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang beragam, mulai dari penggunaan sehari-hari dan perjalanan keluarga hingga aktivitas di alam terbuka.
Dalam memperluas bisnis internasional, JETOUR menerapkan strategi “In Somewhere, For Somewhere, Be Somewhere”. Strategi ini diarahkan untuk memperkuat kehadiran perusahaan di berbagai pasar dengan mempertimbangkan kebutuhan konsumen di masing-masing negara.
JETOUR juga terus memperluas jangkauan ke pasar yang memiliki standar otomotif tinggi, termasuk Eropa, Australia, dan Selandia Baru.
Travel+ Jadi Arah Pengembangan JETOUR
Melalui Global Technology Experience Day 2026, JETOUR ingin menunjukkan bagaimana inovasi teknologi dapat mendukung kebutuhan perjalanan yang semakin beragam.
Strategi “Travel+” menjadi landasan perusahaan dalam mengembangkan kendaraan sekaligus menghadirkan pengalaman yang berkaitan dengan perjalanan, gaya hidup, dan eksplorasi alam.
Ranggy menyampaikan, JETOUR akan terus mengembangkan portofolio kendaraan serta memperkuat kehadirannya di pasar global.
“Memasuki tahun kedelapan, JETOUR akan terus mengembangkan portofolio kendaraan dan memperkuat kehadirannya di pasar global. Melalui ‘Travel+’, JETOUR berkomitmen menghadirkan inovasi dan pengalaman yang semakin relevan dengan gaya hidup serta kebutuhan perjalanan konsumen,” tandasnya.
Melalui strategi tersebut, JETOUR berupaya membangun posisinya di industri otomotif global dengan menggabungkan pengembangan teknologi kendaraan, pengalaman konsumen, dan kegiatan yang mendukung eksplorasi serta pelestarian lingkungan.
