PortalBanten – Kota Serang memiliki modal sejarah dan budaya untuk dikembangkan menjadi daya tarik wisata. Namun, potensi tersebut membutuhkan identitas yang kuat, agenda kegiatan yang terintegrasi, serta promosi yang melibatkan berbagai pihak agar mampu menarik lebih banyak wisatawan.
Pemkot Serang kini mematangkan strategi pengembangan pariwisata melalui penguatan city branding dengan memadukan konsep “Kota Serang Madani” dan The City of Heritage. Kedua konsep tersebut dikaji untuk mempertegas karakter Kota Serang sebagai daerah yang menjunjung nilai-nilai madani sekaligus memiliki kekayaan sejarah dan budaya.
Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Serang mengambil peran dalam merumuskan arah pengembangan tersebut. Salah satu langkah yang disiapkan adalah menyusun kalender acara tahunan yang mengintegrasikan berbagai festival dan kegiatan dari organisasi perangkat daerah (OPD) maupun komunitas kreatif.
Kepala Bapperida Kota Serang, Warso Hari Pamungkas, mengatakan pengembangan pariwisata membutuhkan perencanaan yang terintegrasi agar berbagai kegiatan pemerintah tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Penyelenggaraan event perlu dikoordinasikan agar agenda dari masing-masing OPD bisa saling mendukung. Dengan kalender kegiatan yang terintegrasi, promosi pariwisata Kota Serang juga diharapkan lebih terarah,” ujarnya, Rabu 14 Oktober 2026.
Menurutnya, kalender acara tahunan dapat menjadi salah satu instrumen untuk menyelaraskan kegiatan lintas OPD sekaligus memudahkan perencanaan promosi pariwisata. Dengan agenda yang tersusun secara sistematis, kegiatan yang berpotensi menarik wisatawan dapat dipersiapkan dan dipromosikan secara lebih optimal.
Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kota Serang ditunjuk sebagai sektor utama yang mengoordinasikan penyusunan kalender tersebut. Nantinya, berbagai agenda akan dihimpun dan diselaraskan untuk mengidentifikasi kegiatan yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata.
Di sisi lain, penguatan city branding menjadi pekerjaan penting agar identitas yang dibangun tidak berhenti sebagai slogan. Pemkot Serang mengkaji bagaimana konsep “Kota Serang Madani” dan The City of Heritage dapat diterjemahkan ke dalam karakter kota, pelayanan publik, penataan lingkungan, hingga pengalaman wisatawan.
Sekretaris Bapperida Kota Serang, Desi Viratinia, menegaskan bahwa identitas kota harus tercermin dalam kondisi nyata yang dapat dirasakan masyarakat maupun pengunjung.
“City branding itu bukan hanya soal tagline. Identitas kota harus terlihat dalam pelayanan publik, penataan ruang, perilaku masyarakat, sampai pengalaman wisatawan ketika datang ke Kota Serang,” ujarnya.
Desi menilai, kekuatan identitas daerah tidak cukup dibangun melalui promosi. Pemerintah perlu memastikan karakter yang diperkenalkan kepada publik benar-benar tercermin dalam kehidupan kota, termasuk dalam pengelolaan potensi sejarah dan budaya.
Karena itu, pemetaan dan kajian ulang terhadap objek-objek bersejarah menjadi bagian dari upaya mengembangkan potensi wisata yang relevan dengan kebutuhan saat ini. Kekayaan sejarah Kota Serang diharapkan tidak hanya menjadi catatan masa lalu, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah bagi sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat.
Pengembangan tersebut juga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Bapperida mendorong kolaborasi antara pemerintah, akademisi, komunitas, media, dan pelaku usaha melalui pendekatan Pentahelix.
“Kolaborasi menjadi penting karena pariwisata tidak hanya berkaitan dengan pemerintah. Komunitas, media, akademisi, dan pelaku usaha juga punya peran dalam mengenalkan potensi Kota Serang,” kata Desi.
Dukungan pelaku usaha turut menjadi bagian dari strategi promosi. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menyatakan kesiapan mendukung promosi pariwisata Kota Serang, termasuk melalui penyebaran informasi mengenai destinasi wisata kepada pengunjung hotel dan restoran.
Untuk menunjang langkah tersebut, ketersediaan materi promosi yang menarik dan representatif, baik berupa brosur maupun konten digital, dinilai perlu diperhatikan. Dengan begitu, informasi mengenai destinasi wisata dan agenda kegiatan di Kota Serang dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Selain itu, Bapperida mendorong penyusunan regulasi dan mekanisme koordinasi sebagai pedoman bagi OPD dalam menjalankan strategi city branding dan penyelenggaraan kegiatan pariwisata.
Hasil kajian tersebut nantinya akan ditindaklanjuti melalui penyusunan peta jalan pengembangan pariwisata, pembagian peran antar-OPD, penguatan kolaborasi, serta rekomendasi teknis bagi pelaksanaan program.
Perpaduan konsep madani dan heritage diharapkan mampu untuk menghadirkan pengalaman wisata yang lebih menarik sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. (Adv/AM)
