PortalBanten – DPRD Kota Serang menyatakan bahwa kasus bullying di lingkungan sekolah masih terjadi, meskipun tidak dalam jumlah besar.
Ketua Komisi II DPRD Kota Serang, Tb Udrasengsana, menilai perundungan menjadi salah satu penyebab anak tidak sekolah karena menimbulkan trauma psikologis.
“Faktor bullying ada. Faktor bullying tetap ada tapi tadi tidak signifikan lah. Karena bullying trauma tidak mau sekolah,” ujarnya.
Menurutnya, berbagai upaya pencegahan perlu terus dilakukan dan diperkuat melalui program-program yang sudah ada.
Ia menyebut program Serang Mengaji sebagai salah satu upaya yang dapat menekan angka bullying.
“Kalau Serang mengaji itu efektif dan efisien kan bisa menekan angka bullying. Karena tingkat keimanannya itu tinggi, tingkat kepeduliannya itu tinggi terhadap sesama,” jelasnya.
Selain itu, inovasi dari Dindikbud seperti pemutaran lagu edukatif saat siswa pulang sekolah juga dinilai mampu memberikan dampak positif.
“Jadi ketika pulang sekolah yang tadinya anak itu sudah jenuh, sudah capek, ketika mendengarkan lagu itu secara psikologis bisa menjadi rileks kembali. Sehingga semoga saja bullying bisa berkurang,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya sosialisasi kepada siswa dan guru terkait bahaya bullying.
“Dindik juga menyampaikan untuk terus melakukan sosialisasi terhadap murid-murid dan guru-guru terkait dengan bullying ini,” ujarnya.
DPRD Kota Serang berharap kasus bullying dapat ditekan melalui pendekatan pendidikan karakter dan psikologis.
