PortalBanten – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menegaskan komitmennya menjadikan koperasi sebagai penggerak utama perekonomian daerah, khususnya dalam memperluas akses pasar, permodalan, dan penguatan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Komitmen tersebut disampaikan dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) II Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Wilayah Banten yang digelar di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang.
Asisten Daerah Bidang Pembangunan dan Ekonomi Setda Provinsi Banten, Budi Santoso, mengatakan koperasi memiliki peran strategis sebagai gerakan sosial ekonomi berbasis gotong royong yang mampu mendorong pemerataan dan kemandirian ekonomi masyarakat.
“Koperasi sebagai gerakan sosial ekonomi berbasis gotong royong dapat menjadi fondasi kemandirian ekonomi daerah serta instrumen pemerataan jika dikelola secara modern, transparan, dan akuntabel,” kata Budi Santoso mewakili Gubernur Banten Andra Soni.
Menurutnya, koperasi harus mampu bertransformasi dan tidak lagi berjalan secara konvensional. Di tengah persaingan ekonomi yang semakin ketat, koperasi perlu berperan sebagai agregator produk UMKM sekaligus memperkuat rantai pasok lokal.
“Koperasi mampu menjadi agregator akses produk UMKM, memperkuat rantai pasok lokal, menyediakan permodalan melalui koperasi simpan pinjam, serta meningkatkan daya tawar anggota di pasar,” ujarnya.
Karena itu, Pemprov Banten berharap Dekopin Wilayah Banten dapat lebih aktif melakukan pendampingan dan edukasi kepada koperasi di tingkat kabupaten dan kota.
“Kami berharap Dekopinwil Banten aktif melakukan pendampingan, edukasi, serta memfasilitasi integrasi koperasi-koperasi di Banten dengan ekosistem digital dan Koperasi Desa Merah Putih,” katanya.
Dalam forum tersebut juga dipaparkan perkembangan pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tahun 2026.
Dari target 1.551 unit gerai, sebanyak 828 lokasi atau 53 persen telah memiliki data lahan, sedangkan 723 lokasi atau 47 persen masih dalam proses pendataan.
Budi menilai percepatan pembangunan KDKMP penting dilakukan agar koperasi desa dapat menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok sekaligus wadah pemasaran produk lokal masyarakat.
Sementara itu, Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Juliantono mengapresiasi kinerja pengurus Dekopinwil Banten periode 2020–2025 yang telah berkontribusi dalam pengembangan koperasi di daerah.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada Ketua Dekopinwil Tahun 2020–2025 atas perjuangannya selama lima tahun yang penuh dinamika,” ujarnya.
Ferry mendorong kepengurusan baru untuk memperkuat program Koperasi Merah Putih, termasuk pengembangan Toko Rakyat Serba Ada (Tora Sera) di berbagai daerah.
“Potensi ekonomi yang dimiliki daerah, khususnya di desa-desa, harus dikelola dan diorganisir secara profesional dalam wadah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” katanya.
Menurutnya, Banten memiliki potensi ekonomi besar di berbagai sektor, mulai dari industri dan manufaktur, perdagangan dan jasa, perikanan dan kelautan, hingga pariwisata.
Jika seluruh potensi tersebut dikonsolidasikan dalam ekosistem koperasi yang modern dan terdigitalisasi, koperasi di Banten diyakini mampu naik kelas dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Pada Muswil II Dekopin Banten tersebut juga dilakukan pemilihan Ketua Dekopin Wilayah Banten untuk periode selanjutnya.
Ketua Dekopin Wilayah Banten terpilih, Hasbi Sidik, menyatakan komitmennya untuk memperkuat organisasi sekaligus memperluas jejaring kemitraan guna mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Kami berkomitmen meningkatkan kinerja organisasi, membawa kemajuan bagi anggota dan masyarakat Banten, serta membangun jaringan, mendorong inovasi, digitalisasi, dan kolaborasi antar koperasi dan pelaku usaha di Banten,” ujar Hasbi.
