PortalBanten – Respons cepat ditunjukkan Ketua DPRD Kota Serang, Muji Rohman, saat mendapati laporan mengenai seorang warga penderita Orang Dengan Gangguan Kejiwaan (ODGJ) di Komplek Panjunan Indah, Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen. Warga tersebut sangat membutuhkan tindakan rehabilitasi, namun pengobatannya terbentur masalah biaya.
Menindaklanjuti laporan warga, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Serang bergerak melakukan kunjungan rumah (home visit) serta asesmen medis. Dari hasil verifikasi bersama kepolisian dan pihak pelapor, warga yang membutuhkan bantuan tersebut dipastikan bernama Sapii, putra kedua dari enam bersaudara.
Sapii kini terpaksa bermukim sendirian. Ayahnya yang berprofesi sebagai buruh harian lepas terpaksa mengungsi dan tinggal terpisah bersama anak-anak lainnya demi faktor keselamatan. Upaya medis ke berbagai rumah sakit jiwa maupun panti rehabilitasi sebenarnya sudah pernah ditempuh keluarga, tetapi terpaksa jalan di tempat lantaran ketiadaan dana.
Melihat himpitan ekonomi yang dialami keluarga Sapii, Muji Rohman mengambil langkah konkret dengan memfasilitasi penanganan medis ke Yayasan Nururohman. Politisi Partai Golkar ini pun menjamin seluruh biaya operasional perawatan dan rehabilitasi Sapii hingga pulih.
“Ini berawal dari pengaduan masyarakat yang menyampaikan kondisi anaknya kepada saya. Setelah kita cek dan berkoordinasi dengan Dinas Sosial, ternyata yang bersangkutan memang membutuhkan penanganan dan rehabilitasi. Karena itu, saya berupaya membantu agar yang bersangkutan bisa mendapatkan perawatan di yayasan dan tidak dibiarkan menghadapi kondisi ini sendirian,” katanya.
Ia menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dan rasa kepedulian sosial, terutama dalam mendampingi masyarakat miskin yang tertimpa musibah kesehatan.
“Yang paling penting sekarang bagaimana warga ini bisa mendapatkan penanganan yang tepat. Keluarga sudah berusaha, tetapi ada keterbatasan biaya. Karena itu, kita coba carikan jalan keluarnya bersama Dinas Sosial dan pihak yayasan,” ujarnya.
Legislator ini juga mewanti-wanti agar mekanisme evakuasi dan pendampingan berjalan aman serta manusiawi bagi pasien maupun lingkungan sekitar.
“Saya berharap prosesnya berjalan baik. Kita tidak hanya ingin membantu sesaat, tetapi bagaimana ada penanganan yang berkelanjutan sehingga keluarga juga tidak merasa sendirian menghadapi persoalan ini,” tandasnya.

