PortalBanten – Puluhan mahasiswa semester 7 Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Pamulang (UNPAM) Kampus Kota Serang menggelar kuliah lapangan di Kopi Dadaman, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, Minggu, 9 Oktober 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran mata kuliah Kewirausahaan sekaligus upaya memahami langsung dinamika usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Mahasiswa dari lintas kelas reguler A, B, dan CS tersebut memilih belajar di luar ruang kelas untuk melihat secara langsung proses pengembangan usaha kopi lokal, mulai dari produksi, pemasaran, hingga tantangan dalam membangun jaringan bisnis.
Kegiatan ini didampingi dosen pengampu Inrinofita Sari, S.I.P., M.I.P. dan Ahmad Syukri, S.I.P., M.I.P., serta Dosen Bidang Kemahasiswaan Program Studi Ilmu Pemerintahan, Thea Umbarasari, M.Pd.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya berdiskusi mengenai kewirausahaan, tetapi juga mengikuti sesi berbagi pengalaman dan praktik pembuatan kopi bersama pengelola Kopi Dadaman.
Dosen pengampu, Inrinofita Sari, mengatakan bahwa pemahaman mengenai kewirausahaan penting bagi mahasiswa Ilmu Pemerintahan. Menurutnya, calon birokrat dan pembuat kebijakan perlu memahami kondisi nyata yang dihadapi pelaku usaha agar kebijakan yang dirumuskan dapat mendukung perkembangan UMKM.
“Kami ingin mahasiswa melihat langsung realitas yang ada dalam pengembangan kewirausahaan di lapangan. Harapannya, kelak ketika mereka duduk sebagai birokrat atau pembuat kebijakan, mereka sudah paham betul bagaimana sulitnya dalam merintis usaha. Dengan begitu, aturan dan kebijakan yang mereka buat nantinya akan benar-benar pro-UMKM dan tidak menyulitkan masyarakat,” ujarnya.
Rombongan mahasiswa disambut Muhammad Salim, pemilik Kopi Dadaman yang akrab disapa Pak Salim. Dalam kesempatan itu, ia membagikan pengalaman merintis usaha kopi, menyusun strategi pemasaran di tengah persaingan bisnis kedai kopi, serta memberdayakan anak-anak muda di wilayah Ciomas.
Kopi Dadaman yang mengandalkan produk kopi robusta khas Ciomas disebut telah memasok kebutuhan sejumlah kedai kopi di Kota Serang. Produk tersebut juga diklaim telah menembus pasar ekspor ke Eropa.
Diskusi berlangsung dengan membahas sejumlah persoalan, mulai dari distribusi produk, perluasan pangsa pasar, hingga dukungan pemerintah terhadap pengembangan usaha kopi lokal.
Salim Menjelaskan, Kopi Dadaman kerap mewakili Kabupaten Serang dalam berbagai festival kuliner yang diselenggarakan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Dalam salah satu festival kuliner di Kota Tangerang Selatan, produk kopi yang dihasilkannya berhasil meraih juara kedua.
Pengalaman tersebut menjadi gambaran bagi mahasiswa mengenai peluang sekaligus tantangan yang dihadapi pelaku usaha lokal untuk mempertahankan kualitas produk, memperluas pasar, dan membangun daya saing.
Salah seorang mahasiswa, Ravi Setya, menyampaikan kegiatan tersebut memberikan perspektif baru mengenai hubungan antara ilmu pemerintahan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
“Asli, kegiatan ini membuka mata banget. Kita mahasiswa Ilpem jadi sadar kalau tujuan akhir dari ilmu pemerintahan itu ya kesejahteraan ekonomi masyarakat. Belajar langsung dari Pak Salim bikin kami melek, kalau pemerintah itu tugas utamanya memfasilitasi dan merangkul, bukan sekadar bikin aturan, apalagi saya punya rekan yang juga berbisnis usaha coffee shop dan bisa dijadikan referensi kerja sama untuk kelangsungan UMKM atas hingga bawah untuk memenuhi supply chain dan kebutuhan usaha,” tandasnya.
Menurutnya, pengalaman tersebut juga membuka peluang kolaborasi antara pelaku usaha kopi dan jaringan bisnis kedai kopi, khususnya dalam membangun rantai pasok yang dapat mendukung keberlangsungan UMKM.
Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama dan penyerahan cendera mata dari Program Studi Ilmu Pemerintahan UNPAM Kampus Kota Serang kepada pihak Kopi Dadaman.
Melalui kuliah lapangan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami konsep kewirausahaan secara teoritis, tetapi juga mampu melihat persoalan ekonomi masyarakat dari sudut pandang tata kelola pemerintahan, pemberdayaan UMKM, dan perumusan kebijakan publik yang berpihak pada masyarakat.
