PortalBanten – Komando Distrik Militer (Kodim) 0603/Lebak realisasikan program Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun 2026 di Desa Citorek Tengah, Kabupaten Lebak, Banten. Pada selasa 13 Oktober 2026.
Dalam agenda tersebut, dengan sejumlah sasaran fisik yang meliputi pengecoran jalan sepanjang 1,4 kilometer dengan lebar 3 meter, serta pembangunan sumur bor dan rumah tidak layal huni di 5 titik.
Selain itu, pembangunan juga mencakup tembok penahan tanah (TPT) untuk mendukung infrastruktur desa. Berbagai pekerjaan tersebut diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas warga sekaligus membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Pembukaan kegiatan dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Lebak, Halson Nainggolan, yang bertindak sebagai inspektur upacara. Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Komandan Korem 064/Maulana Yusuf Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto dan Dandim 0603/Lebak Letkol Inf I Gede Mahendra Subrata, bersama unsur pemerintah daerah serta pihak terkait.
Komandan Korem 064/Maulana Yusuf Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto menyampaikan, TMMD menjadi salah satu upaya untuk mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan melalui kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.
“Pada prinsipnya, kita hadir untuk membangun negeri dari desa, sesuai dengan tema yang diusung,” ujarnya.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya warga Desa Citorek Tengah.
“Mohon dukungan dan doa agar selama pengerjaan tidak ada hambatan, sehingga program TMMD ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Lebak, khususnya di Desa Citorek,” tandasnya.
Program TMMD ke-130 di Kabupaten Lebak dijadwalkan berlangsung selama satu bulan. Pelaksanaannya melibatkan personel TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk menyelesaikan berbagai sasaran pembangunan yang telah direncanakan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Lebak Halson Nainggolan mengapresiasi keterlibatan TNI dalam mendukung pembangunan daerah.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor diperlukan agar pembangunan dapat menjangkau masyarakat hingga ke wilayah pedesaan.
“Pemerintah daerah menyadari bahwa membangun Lebak tidak bisa dilakukan sendirian. Harus bersama-sama dengan berbagai pihak, salah satunya dengan TNI,” ujarnya.
Halson berharap sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat terus diperkuat agar pelaksanaan pembangunan tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau desa-desa yang membutuhkan dukungan infrastruktur.
“Harapan kami sinergi antara TNI, Pemda dan masyarakat diperkuat agar pembangunan dapat menjangkau wilayah pedesaan dan memberikan dampak terhadap kesejahteraan warga,” tandasnya.
Melalui TMMD ke-130, pembangunan infrastruktur dapat menyasar masyarakat pelosok di Kabupaten Lebak.
