Gubernur Banten Andra Soni mendorong penguatan ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta peningkatan investasi berkualitas untuk memperkuat daya saing dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Hal tersebut disampaikan Andra Soni dalam sambutannya pada pembukaan Karya Kreatif Banten (KKB) X Banten Investment Forum (BIF) 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema “Mengoptimalkan Potensi Penyangga Megapolitan melalui Investasi Berkualitas dan Penguatan Ekosistem UMKM untuk Mendorong Daya Saing Banten”.
Ia mengatakan, UMKM memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian daerah. Di Banten, sektor UMKM bahkan telah berkontribusi terhadap hampir setengah dari produk domestik regional bruto (PDRB).
“Dampak luar biasa ini juga tercermin nyata di tanah jawara, Provinsi Banten. Saat ini, UMKM telah menjadi mesin pertumbuhan yang berkontribusi terhadap hampir setengah dari PDRB Banten,” ujarnya pada jumat 10 Oktober 2026.
Menurutnya, potensi besar tersebut perlu didukung melalui kolaborasi berbagai pihak. Program pembinaan yang selama ini dijalankan pemerintah, perbankan, BUMN, dan sektor swasta perlu dievaluasi agar lebih terintegrasi dan memberikan dampak nyata bagi pelaku usaha.
“Kita harus jujur melihat apakah program yang berjalan selama ini sudah benar-benar efektif, atau justru berjalan sendiri-sendiri tanpa arah yang terintegrasi,” katanya.
Ia menilai, pengembangan UMKM tidak bisa dilakukan secara terpisah. Diperlukan sinergi yang kuat agar berbagai program pendampingan, pelatihan, bantuan modal, dan perluasan pasar dapat berjalan berkesinambungan.
“Sudah saatnya kita menyatukan program pembinaan ke dalam satu ekosistem yang terpadu dari hulu ke hilir,” tegasnya.
Selain persoalan pembinaan, Andra menyoroti keterbatasan akses pembiayaan yang masih menjadi hambatan bagi pelaku UMKM. Menurutnya, terdapat usaha yang memiliki prospek baik, tetapi kesulitan memenuhi persyaratan perbankan.
“Salah satu hambatan terbesar yang sering kali memutus rantai perkembangan UMKM adalah keterbatasan modal. Banyak UMKM kita yang usahanya sangat layak , tetapi mereka kesulitan menembus persyaratan perbankan,” ungkapnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Andra mendorong kerja sama antara pemerintah daerah, Badan Pertanahan Nasional (BPN), dan perbankan dalam mempercepat legalitas aset milik pelaku usaha, termasuk sertifikasi tanah.
“Ketika tanah tempat usaha atau aset yang mereka miliki sudah tersertifikasi secara resmi, aset tersebut dapat dijadikan agunan yang sah,” jelasnya.
Ia berharap legalitas aset dapat membuka akses pembiayaan formal bagi UMKM sehingga mereka memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan dan memperluas skala usaha.
Di sektor investasi, Andra menyampaikan bahwa perekonomian Banten menunjukkan kinerja positif di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Berdasarkan data dalam sambutannya, ekonomi Banten pada triwulan II 2026 tumbuh sebesar 5,49 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,29 persen.
Sementara itu, realisasi investasi Banten sepanjang 2025 mencapai Rp130,2 triliun atau 108,95 persen dari target, dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 214.216 orang.
Pada semester I 2026, realisasi investasi Provinsi Banten tercatat sebesar Rp66,3 triliun atau 46,63 persen dari target tahunan sebesar Rp142,19 triliun.
Andra menilai, capaian tersebut menunjukkan bahwa Banten memiliki prospek investasi yang menjanjikan. Letak geografis yang berdekatan dengan DKI Jakarta, kawasan industri di Banten Utara, serta potensi alam dan budaya di Banten Selatan menjadi keunggulan yang dapat terus dikembangkan.
“Karena itu, saya mengajak seluruh pihak untuk menjadikan Banten sebagai tujuan investasi yang aman, nyaman, dan menguntungkan,” ujarnya.
Selain pertumbuhan ekonomi dan realisasi investasi, Andra menyampaikan bahwa inflasi Banten pada September 2026 tercatat sebesar 3,14 persen secara tahunan. Angka tersebut merupakan inflasi terendah kedua di antara seluruh provinsi di Pulau Jawa.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten dalam menjaga stabilitas perekonomian.
Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan ekonomi tidak hanya diukur dari besarnya angka pertumbuhan ekonomi maupun realisasi investasi. Pemerintah juga harus memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Pemerintah Provinsi Banten meyakini bahwa keberhasilan ekonomi tidak hanya diukur dari angka pertumbuhan atau besarnya realisasi investasi, tetapi juga sejauh mana kita berpihak pada masyarakat kecil, pelaku usaha lokal, dan seluruh lapisan masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Banten terus mendorong peningkatan kapasitas usaha, kualitas produk, digitalisasi, perluasan akses pasar, serta penguatan kemitraan agar UMKM mampu naik kelas dan terhubung dengan rantai pasok yang lebih luas.
Di sisi investasi, pemerintah juga memperkuat iklim usaha melalui kepastian hukum, kemudahan perizinan, peningkatan infrastruktur, serta perlindungan bagi dunia usaha.
“Kami juga mendorong agar investasi yang masuk terhubung dengan ekonomi lokal, sehingga tenaga kerja Banten dapat menjadi bagian dari rantai pasok investasi,” ungkapnya.
Ia turut mengajak pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kualitas, inovasi, dan profesionalisme agar produk unggulan Banten mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
“Saya meyakini UMKM Banten memiliki potensi dan produk unggulan yang mampu bersaing. Karena itu, manfaatkan setiap peluang untuk memperluas jejaring, membangun kemitraan, masuk ke dalam rantai pasok yang lebih luas, serta membuka akses menuju pasar ekspor,” tuturnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung produk lokal melalui gerakan Bangga Buatan Indonesia. Menurutnya, dukungan terhadap produk dalam negeri dapat memperkuat pasar UMKM sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, ia juga meminta pemerintah kabupaten dan kota memperkuat iklim investasi melalui kemudahan perizinan, kepastian hukum, serta percepatan pelayanan perizinan berusaha yang transparan.
Ia mendorong promosi potensi investasi Banten diperluas, khususnya pada sektor industri, pariwisata, dan real estat. Selain itu, stabilitas ekonomi dan sistem keuangan daerah perlu terus dijaga untuk meningkatkan kepercayaan investor.
Kepada para pelaku usaha dan investor, Andra mengajak mereka untuk berinvestasi sekaligus berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat setempat.
“Saya mengajak Bapak/Ibu sekalian untuk berinvestasi dan berkembang bersama di Banten. Saya minta investasi yang masuk dapat membuka lapangan kerja, melibatkan UMKM lokal, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat, terutama generasi muda, agar meningkatkan literasi keuangan dan investasi serta mewaspadai investasi ilegal dan penipuan berkedok investasi.
“Berinvestasilah secara cerdas, aman, dan legal,” pesannya.
Ia berharap penyelenggaraan KKB X BIF 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kemitraan antara investor dan pemilik proyek, sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Banten.
“Mari kita jadikan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian yang tahan banting, dan investasi sebagai penggerak perekonomian yang membuka lapangan kerja dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” tandasnya.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, dan pelaku UMKM, Andra berharap Banten mampu meningkatkan daya saing, memperkuat perekonomian lokal, serta mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
