PortalBanten – Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, secara terbuka pasang badan membela bek muda Kakang Rudianto dari gelombang kritik suporter. Momen tersebut terjadi usai laga pekan keempat BRI Super League 2026/27 melawan Dewa United Banten FC di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu 11 Oktober 2026 malam, yang berakhir imbang 2-2 melalui gol Egy Maulana Vikri dan Noah Sadaoui yang dibalas Balsa Sekulic serta Marc Klok.
Namu penampilan Kakang mendapat sorotan tajam dari publik stadion, Tolic tetap memberikan kepercayaan penuh dengan memainkannya selama 90 menit. Menurut pelatih asal Kroasia itu, tanggung jawab atas seluruh keputusan taktis maupun pemilihan pemain sepenuhnya ada di tangan pelatih.
“Akan selalu ada yang mengkritik, saya sudah mengatakan bahwa jika seseorang harus dikritik, itu seharusnya saya, bukan para pemain, karena saya menempatkan para pemain, saya menempatkan para pemain di lapangan,” katanya.
Juru taktik berusia 48 tahun itu mengungkapkan bahwa beratnya tantangan yang dihadapi skuad Maung Bandung tak lepas dari tingginya intensitas kompetisi. Persib harus membagi fokus di ajang domestik serta dua turnamen antarklub Asia, yakni AFC Champions League Two dan ASEAN Club Championship, yang menguras stamina dan mental bertanding para pemain.
“Jadi, ini bukan masalah lelah atau tidak lelah. Jadwalnya memang seperti ini. Para pemain di ruang ganti, mereka ingin tampil dengan baik. Itu tidak mudah. Anda pergi ke pertandingan Liga Champions, itu adalah level lain. Kamu pergi ke Shopee Cup, itu level lain. Bayangkan setiap tiga hari Anda bermain melawan (tim selevel) Persija atau Dewa United,” tuturnya.
Tolic menilai sasaran kritik tajam yang diarahkan langsung kepada individu pemain muda seperti Kakang adalah hal yang disayangkan dan bisa menciptakan dampak domino bagi pilar tim lainnya.
“Untuk mengkritik Kakang atau siapa pun dalam hal ini, itu tidak normal. Seperti yang saya katakan, mengkritik pelatih, Anda bisa mengatakan taktik, bla bla bla, rotasi, bla bla, itu bukan masalah,” jelasnya.
Ia juga menambahkan peringatan bahwa perlakuan sasaran kritik seperti yang dialami Kakang berpotensi menimpa pemain mana pun di dalam tim.
“Tetapi untuk mengkritik Kakang, itu luar biasa, itu luar biasa (Ironis). Tapi itu bukan Kakang saja, seseorang akan menjadi yang berikutnya. Itu bisa jadi Marc, atau itu akan menjadi Peralta, aku melihat semuanya,” tegasnya.
Meski memahami bahwa penonton memiliki hak untuk mengekspresikan pendapat di tribun karena telah membeli tiket, Tolic mengingatkan agar kritik verbal berlebihan tidak sampai merusak perkembangan pemain.
“Jadi, kita hanya perlu tetap bersama, dan sebagian besar, 99,9 persen penggemar bersama kita. Siapa yang ingin berteriak sesuatu, biarkan dia berteriak sesuatu. Dia membayar tiketnya, dia bisa mengatakan apa yang dia inginkan. Tapi itu tidak baik untuk Kakang, ya?” tandasnya.
