PortalBanten – Ketua Komisi II DPRD Kota Serang, Tb Udrasengsana, menyoroti persoalan anak tidak sekolah (ATS) dan anak yang rentan putus sekolah yang masih tinggi di Kota Serang.
Hal ini disampaikan setelah melakukan kunjungan kerja ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang.
Menurutnya, permasalahan tersebut menjadi perhatian serius yang perlu ditangani secara bersama.
“Ada terkait angka putus sekolah, anak tidak sekolah (ATS) dan rentan putus sekolah. Itu juga tadi menjadi concern kita ke depan bagaimana untuk menekan angka tidak sekolah dan anak rentan putus sekolah itu,” ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa berdasarkan paparan Dindikbud, jumlah anak tidak sekolah masih cukup banyak.
“Pak Kadis juga tadi menyampaikan bahwa ternyata agak lumayan banyak juga nih anak tidak sekolah,” katanya.
Udra menjelaskan bahwa rendahnya motivasi serta kondisi ekonomi menjadi faktor utama penyebab anak tidak melanjutkan pendidikan.
“Salah satunya tidak ada motivasi untuk sekolah dan juga faktor ekonomi,” jelasnya.
Selain itu, ia juga menyoroti fenomena pernikahan dini yang turut mempengaruhi angka putus sekolah.
“Tadi yang agak menarik itu angka menikah. Jadi sudah menikah gitu. Menikah dini, itu juga ada,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa persoalan ini merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat, dan orang tua.
“Ini bukan hanya PR Dindik tapi PR kita bersama untuk mengedukasi masyarakat agar mau anaknya berangkat ke sekolah,” tegasnya.
DPRD Kota Serang juga memberikan dukungan penuh terhadap upaya penurunan angka ATS.
“Kita mendukung penuh, kita memberikan concern penuh terhadap angka anak tidak sekolah itu. Dan mengimbau masyarakat juga agar ini menjadi PR kita bersama,” tandasnya.
